imagesMa’af ini bukan bermaksud menakut-nakuti anda, ketika seorang ibu dihadapkan pada pilihan memberikan ASI (Alami) ataukah susu formula (sintetis), kebanyakan (mayoritas) kaum ibu zaman sekarang lebih memilih SUSU FORMULA dengan alasan yang bervariasi, mulai dari sibuk-lah, ingin tetap bertubuh seksi-lah, ASInya kurang-lah, repot-lah, dll. Namun sudahkah kaum ibu benar-benar yakin dan mengetahui dengan baik tentang amannya konsumsi susu formula bagi bayi anda? Yakinkah bahwa anda sebagai seorang ibu Lebih menyayangi bayi anda ataukah justru lebih menyayangi diri anda sendiri? Siapa yang lebih di sayangi: Anak, Suami atau Diri Sendiri? Tentu sebagai seorang ibu bisa menilai hal ini jika meluangkan waktu sejenak untuk memikirkannya.

Baiklah ini adalah beberapa fakta yang saya kumpulkan tentang susu formula:

  1. Beberapa susu formula bayi tidak mengandung asam lemak sehat, artinya susu tersebut hanya mengandung sedikit vitamin, mineral dan asam amino esensial.
  2. Menurut riset Simontacci, kira – kita ada 100 elemen yang terdapat dalam ASI dan tidak ditemukan dalam susu formula. Ia menambahkan, “Tidak adanya salah satu dari biofaktor ini membawa potensi kerusakan jangka panjang bagi anak yang masih rapuh.”
  3. Kandungan mineral dalam susu formula bayi bervariasi sampai sebanyak lima ratus persen (500%). Susu formula secara rutin menambahkan beberapa asam amino dalam jumlah yang berlebihan sehingga menghambat penyerapan asam amino esensial lain seperti tryptophan. Padahal zat ini (tryptophan) membantu produksi serotonin, sedangkan serotonin ini adalah sejenis neurotransmitter yang memiliki fungsi menenangkan, membantu mengurangi agresi, kecemasan, depresi dan kemungkinan gangguan otak lainnya. Apa yang terjadi kalau zat ini jumlahnya sedikit dalam tubuh bayi anda karena konsumsi susu formula? Apakah anda menemukan anak bayi anda tiba-tiba seperti orang yang cemas? Menangis tanpa sebab? Agresif? Hal ini patut di curigai.
  4. Ketika anak-anak diberi susu formula (sintetis) dan bukannya ASI, mereka akan kekurangan zat pembangun otak seperti DHA dan Asam Lemak Omega-3 serta arachidonic dalam darah mereka, sehingga membuat mereka rentan terkena kerusakan otak – karena kekurangan materi pembangun otak.
  5. Susu formula terbuat dari susu sapi, sedangkan susu sapi diperuntukkan untuk sapi bukan untuk manusia. Karena itu Allah sudah merancang komposisi dalam susu sapi dengan tepat sesuai ukuran untuk anak sapi, bukan untuk bayi. Salah satu komponen utama dalam susu sapi adalah kasein, suatu jenis protein, yang sangat sulit dicerna oleh sistem pencernaan manusia. Jadi manusia yang baru lahir mengonsumsi susu yang berasal dari spesies yang berbeda padahal membutuhkan jumlah dan rasio nutrisi yang berbeda pula. Akibatnya dibuat susu formula yaitu komposisi susu diformulasikan agar sesuai dengan kebutuhan bayi. Namun hal itu tidaklah dapat mencapai apa yang terdapat ada ASI. Apapun yang tidak alami, dan berasal atau sebagai akibat hasil intervensi buatan manusia maka disebut produk Sintetis, meskipun berasal dari bahan baku alami.
  6. Menurut Hiromi Shinya, guru besar kedokteran di Albert Einstein College of Medicine, AS bahwa susu juga dihubungkan dengan alergi dan diabetes pada anak – anak. Silahkan rujuk pada http://www.sciencenews.org/pages/sn_arc99/6_26_99/fob2.htm

Fakta Susu Buat Orang Dewasa:

  1. Susu justru membuat orang lebih cepat mengalami osteoporosis (penyakit kekurangan kalsium). Dapat dijelaskan dengan Prinsip Keseimbangan. Pada umumnya dipercaya bahwa kita minum susu untuk mencegah osteoporosis bahwa kalsium dalam susu lebih mudah diserap daripada kalsium dalam makanan lain seperti ikan kecil. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Kadar kalsium dalam darah manusia “Menurut Ukuran/Kadar” tertentu yaitu 9 – 10 mg. Namun saat minum susu, konsentrasi kalsium dalam darah anda tiba-tiba meningkat. Sepintas hal ini mungkin terlihat seperti banyak kalsium yang terserap, padahal kenyataan adalah sebaliknya. Ingat bahwa, seperti juga di alam, dalam diri anda juga terdapat mekanisme “sistem keseimbangan”. Kita ini makhluk hidup ciptaan Tuhan Bro, bukan Mesin buatan manusia. Ketika konsentrasi kalsium dalam darah meningkat, tubuh berusaha untuk mengembalikan keadaan abnormal ini menjadi normal kembali dengan cara membuang kalsium dari ginjal melalui urine. Kalsium yang dibuang adalah bukan kalsium dari susu, akibatnya ironis, yaitu menurunnya jumlah kalsium yang dibutuhkan dalam tubuh anda secara keseluruhan. Fakta ini didukung dengan penelitian di empat negara susu besar yang banyak mengkonsumsi susu setiap harinya yaitu: Amerika, Swedia, Denmark, dan Finlandia, dimana banyak ditemukan kasus retak tulang panggul dan osteoporosis. Na’udzubillaahi min dzalik.
  2. Orang dewasa tidak dirancang untuk minum susu. kalau kita lihat cara kerja proses atau sistem di alam, tidak ada makhluk di alam ini yang mengkonsumsi susu setelah dewasa kecuali Homo Sapiens. Jadi susu sebaiknya dikonsumsi bukan sebagai kebutuhan pokok orang dewasa melainkan hanya sebagai tambahan dan tidak perlu rutin (konsumi tidak berlebihan). Apalagi bagi orang lanjut usia yang tidak memproduksi Enzym Laktase untuk mencerna Laktosa. Laktosa adalah zat gula yang hanya terdapat pada susu mamalia. Ini adalah rancangan Sang Agung, bahwa susu hanya dikonsumsi untuk anak – anak, dimana orang dewasa akan kekurangan produksi enzym laktase.